sidian-banget

Saturday, November 18, 2006

DIA YANG BUAT SAYA...

Oleh: sidian
Dia yang buat saya selalu ceria...
Dia yang buat saya tidak egois dan mau berbagi...
Dia yang buat saya bahagia di kala pagi hari...
Dia yang buat hidup saya lebih teratur...
Dia yang buat inbox hp saya selalu penuh…
Dia yang buat saya tertawa bahagia ketika saya sedang tidak bahagia…
Dia yang buat hati saya tertambat di senyum manjanya…
Dia yang buat hari-hari saya tidak lagi kelabu...
Dia yang buat hidup saya tidak lagi monoton dan so and so...
Dia yang buat saya pernah…
Dia yang buat saya tidak lagi melakukan hobi melamun…
Dia yang buat saya merenda asa untuk menjadi bapak dari anak-anaknya kelak…
Dia yang buat saya berharga…
Dia yang buat saya menjadi manusia…
Dia yang buat saya…
Dia yang buat…
Dia yang…
Dia…

Monday, November 06, 2006

SELAMAT HARI RAYA, SELAMAT HARI LEBARAN
by: sidian

Lebaran bagai oase yang menyejukkan dahaga yang kering… dahaga disini jelas saya artikan ‘pengabdian’ dan segala pengorbanan untuk menahan berbagai nafsu yang kerap membudakkan manusia!

Selamat lebaran ya… semoga kita semua kembali ke fitrah dan putih… maafin segala kesalahan saya baik yang disengaja maupun tidak, baik yang saya tau ataupun sama sekali saya tidak tau… kesalahan kamu juga Insya Allah saya maafin… semua… tak terkecuali kamu!!!
Juga untuk orang yang tidak mengirimkan sms lebaran untuk saya, tapi malah mengirimkan sms lebaran ke kakak saya, entah dengan maksud apa…. Saya maapin kamu juga!!!

BALADA BERINGIN YANG TERANIAYA
by: sidian

saya tidak telalu mengerti kenapa manusia selalu saja melidak henti2nya bersikap bodoh! Kenapa bodoh?? Ya, bodoh… paling tidak setelah saya baca artikel biasa dari AyuUtami yang kemudian menjadi luar biasa, sebenarnya sangat sederhana tapi dalam. Ada unsur kegelisahan yang kamu dapat dari tulisan itu, paling tidak dahi akan berkerut, wow kok ya ada orang sekelas Ayu Utami yang masih ngurusin soal pohonn beringin, heheheee
begini kira2 artikelnya:

ada banyak jalan menuju bodoh. Diantaranya menebang beringin yang telah tumbuh seabad lebih di noktah jakarta. Tepatnya di antara dua jalur busway harmoni. Mengapa bodoh? Karena usia pohon itu: seratus tahun. Umur penebang hanya setengah atau bahkan sepertiga usia pohon. Dengan alasan penebangan:n pohon itu dikeramatkan dan bisa menimbulkan perilaku syirik. Kalau kata bodoh terlalu ekstrim, maka akan saya ganti dengan kata ’sesat pikir’.
Seratus tahun bukan angka remeh. Memang belum ada apa2nya dibanding pohon cedar di Lebanon yang telah menginjak umur dua ribu tahun.
Menganggap beringin itu keramat barangkali dilakukan sedikit orang yang suka menaruh sesaji di sana. Tapi itu adalah alasan paling lemah. Bahkan sama sekali bukan alasan pemerintah kota untuk melestarikan pohon tua itu. Dan apakah itu bukan merupakan kebodohan plus kepongahan??!
Inilah itung2an mangapa beringin di harmoni itu sangat berharga untuk kita. Ada dua belas juta penduduk di jakarta. Ternyata pohonnya kurang dari lima juta. Sebagai pembanding, dibeberapa kota di dunia, ada peraturan, bahwa setiap ada bayi yang lahir, harus disertai penanaman pohon sebanyak tiga pohon. Diantara lima juta pohon itu, Cuma dua puluh pohon saja yang berdiameter besar, yaitu salah satunya beringin tua di harmoni tadi.
Jika satu hektar hutan kota hanya mampu menyerap 6,4 ton karbon dan katakanlah satu hektar hutan itu terdiri dari lima ratus batang pohon, maka setiap pohon bisa menyerap hampir 13 kg zat asam arang perhari. Bayangkan, si beringin tua yang dianiaya itu barangkali bisa membersihkan ampas karbondioksida para pelaku kekerasan berikut kendaraan yang mereka pakai untuk menggunduli sang hutan.

SELAMAT HARI RAYA, SELAMAT HARI LEBARAN
by: sidian

Lebaran bagai oase yang menyejukkan dahaga yang kering… dahaga disini jelas saya artikan ‘pengabdian’ dan segala pengorbanan untuk menahan berbagai nafsu yang kerap membudakkan manusia!

Selamat lebaran ya… semoga kita semua kembali ke fitrah dan putih… maafin segala kesalahan saya baik yang disengaja maupun tidak, baik yang saya tau ataupun sama sekali saya tidak tau… kesalahan kamu juga Insya Allah saya maafin… semua… tak terkecuali kamu!!!
Juga untuk orang yang tidak mengirimkan sms lebaran untuk saya, tapi malah mengirimkan sms lebaran ke kakak saya, entah dengan maksud apa…. Saya maapin kamu juga!!!

Saturday, October 21, 2006

SACRIFICE
By: sidian

Love’s need sacrifice.
Can you imagine that??!

We aften measure love equel to sacrifice, meaning when you love someone you’ll be willing to sacrifice anything for that precious someone. You can count or indicate the love by how much he/she is willing to do something for you or anoyher way around in the name of love, even through for most of the time, that something is always close to this word: foolish, stupid, lame, ridiculous, … bla.. bla.. bla..

How did it start anyway??!
Since Adam ate the bidden fruit, because Eve asked him to do so, to make her happy?

If love need somekinds of sacrifice to prove its really there to prove that it is really exist, that’s what gonna be, the limitation in things we do for love?
Hehehehe…. Doesn’t this word actually never exist when it comes to love??

Friday, October 13, 2006

PEREMPUAN DAN TUSUK GIGI
Oleh: sidian

Saya baru saja selesai membaca sebuah buku, dari situ banyak sekali yang saya dapati. Saya mendapatkan, bahwa cinta itu memang harus terucap... cinta itu tidak bisa (hanya) ditunjukkan melalui bahasa tubuh dan dikonkretkan dengan perbuatan. Sesekali tapi pasti, ternyata cinta butuh untuk diucapkan... tentunya tidak melulu dengan tiga kata sakti: I Love You...

Pelajaran selanjutnya, yang tidak kalah ’seru’ dari yang diatas adalah... perempuan itu seperti tusuk gigi!
Lho, kok tusuk gigi??!
Sebelumnya selakan mendebat dengan diri sendiri, kenapa saya (dengan keji) mengibaratkan perempuan dengan tusuk gigi.
Mungkin dengan vokal saya akan didemo oleh persatuan front pembela wanita dan banyak lsm yang peduli dengan wanita... well, sebelum itu terjadi saya minta maaf duluan deh...
Disini, saya sama sekali tidak ada niatan seperti itu, saya hanya mau menulis,d an kebetulan saya pikir menarik... silakan menyimak:

Saya punya pustulat tentang tusuk gigi yang kemudian secara otomatis menggelitik benak saya, nah... tusuk gigi itu punya dua mata uang yang saling berlawanan, satu sisi tusuk gigi itu rapuh, sampai sini ada perdebatan? Semua sependapat dengan saya kan? Nah sisi selanjutnya, jangan pernah macam2 sama yang namanya tusuk gigi, bisa tajam dan menyakitkan ternyata, dan ini pun saya yakin nggak ada perdebatan juga... eh, pada bagian ini saya sengaja menguatkan kata2 tajam bukan karena saya pernah di’tusuk’ sama tusuk gigi ’perempuan’ lho, ini bentuk solidaritas saya sama perempuan, heheheee ngeles gitu!!

Well, selamat ber’gondok2 ria’ sehabis baca tulisan saya yang nggak mutu ini tentang tusuk gigi... dan yakinlah bahwa tusuk gigi bukan sekedar ’alat buat nyongkel sisa makanan pada jigong’

Wednesday, October 11, 2006

KETIKA SAYA BERULANG TAHUN
by: sidian

…Happy B’Day Dian…

itulah tulisan diatas tiramitsu yang dibeli Lia untuk saya. Tanggal 22 sept kemarin saya ulang tahun, dan itulah birthday present yang paling berarti untuk saya. Ini serius, dan memang tidak bisa dipungkiri karena Lia gitu lho yang membelikan untuk saya. Tanpa saya tanya kenapa dia memberikan saya kue, dia bilang, ”kalo kadoan kan udah banyak, jadi kue aja ya?” saya speechless, Cuma mengangguk perlahan sambil tersenyum penuh arti.

Saya tidak tahu, ultah kali ini memang saya bilang saya beruntung dan lebih beruntung daripada ultah2 yang lalu, entah kenapa kadoan kok ya banyak… mbak Rien yang memberikan jam tangan, Ayu dengan mp4-nya, Ara yang membelikan saya kaos, nadia seperti nggak mau kalah dengan gitar kecil warna birunya, dan ‘orang nyebelin’yang memberikan parfum… sampai mbak Ifa yang terlalu malas untuk beli kadoan dan hanya memberikan uang!!

Seperti 22 sept lainnya, saya Cuma menghabiskan waktu ‘hanya’ dengan keluarga saja. Dan mungkin, saya sudah menganggap Lia adalah bagian dari keluarga saya, lebih dari 10jam saya habiskan waktu dengan dia. Saya, Lia dan mbak Ifa jalan2 ‘merayakan’ ultah saya ke Tajur, Bogor. Belanja tas gitu, heheheee nggak seperti itu sih, yang benar adalah saya disuruh nganter mbak Ifa belanja tas buat butiknya dan dengan pertimbangan capek dimintain pertmbangan “ini sama yang itu bagus mana?” akhirnya saya ngajak Lia aja, biar aman.
Kemudian dari situ saya senang sekali, mbak Ifa dan Lia akrab... sampe saya tinggal sholat Jum’at pun mereka asyik hunting tas barengan, Thanks God…

Ps: Makasih untuk semua orang yang (ampun deh…) sampe oktober juga masih bilang ‘met ultah’ dan minta traktiran, makasih juga buat orang yang nggak ngucapin sama sekali… padahal saya tunggu…

Tuesday, October 10, 2006

saya habis ngirim e-mail kepada dia... isinya ini:

makasih....
nggak tau makasih untuk apa?
sumpah, sama sekali nggak tau makasih untuk apa??!
untuk waktu2 kemarin, kata kamu...
untuk waktu2 menyenangkan, kata saya...
untuk waktu2 yang aneh, kata seseorang orang...
untuk kekonyolan2...
atau bahkan untuk saldo bca dian hardiansyah yang hanya sisa 26.370,00
demi apapun, saya nggak keberatan dengan jumlah penarikan tunai yang 4 kali itu, serius, apa sih arti duit yang cuma segitu buat saya... tapi nggak bisa dipungkiri saya kecewa sekali, dan ini bukan karena nominal uang!
dan sampe detik ini, saya selalu jadi orang yang 'selalu mujur', kamu bisa bayangin, hape bulan kmrn rusak, mati gitu aja dan smua nmr2 hp ilang, including your number ofcourse...
dari situ saya dapat 2 keberuntungan, nmr kamu ilang dan dapet hape yang lain dari hape sialan yang memuat banyak gambar nggak penting...
udh ahh, saya capek dan ngantuk, dan sampe sini ternyata saya agak2 dapet ide knp saya ngirim pesan di fs kamu...
"kalo senggang dan nggak ngrepotin, tolong kembaliin atm saya ya? karena saya repot kalo harus mondar-mandir ke Hai buat ngambil honor, saya juga kerepotan kalo saya juga harus buka rekening lagi...
makasih...
makasih...

-always, sidian-

BALADA BERINGIN YANG TERANIAYA
by: sidian

saya tidak telalu mengerti kenapa manusia selalu saja melidak henti2nya bersikap bodoh! Kenapa bodoh?? Ya, bodoh… paling tidak setelah saya baca artikel biasa dari AyuUtami yang kemudian menjadi luar biasa, sebenarnya sangat sederhana tapi dalam. Ada unsur kegelisahan yang kamu dapat dari tulisan itu, paling tidak dahi akan berkerut, wow kok ya ada orang sekelas Ayu Utami yang masih ngurusin soal pohonn beringin, heheheee
begini kira2 artikelnya:

ada banyak jalan menuju bodoh. Diantaranya menebang beringin yang telah tumbuh seabad lebih di noktah jakarta. Tepatnya di antara dua jalur busway harmoni. Mengapa bodoh? Karena usia pohon itu: seratus tahun. Umur penebang hanya setengah atau bahkan sepertiga usia pohon. Dengan alasan penebangan pohon itu dikeramatkan dan bisa menimbulkan perilaku syirik.
Kalau kata bodoh terlalu ekstrim, maka akan saya ganti dengan kata ’sesat pikir’.
Seratus tahun bukan angka remeh. Memang belum ada apa2nya dibanding pohon cedar di Lebanon yang telah menginjak umur dua ribu tahun.
Menganggap beringin itu keramat barangkali dilakukan sedikit orang yang suka menaruh sesaji di sana. Tapi itu adalah alasan paling lemah. Bahkan sama sekali bukan alasan pemerintah kota untuk melestarikan pohon tua itu. Dan apakah itu bukan merupakan kebodohan plus kepongahan??!
Inilah itung2an mangapa beringin di harmoni itu sangat berharga untuk kita. Ada dua belas juta penduduk di jakarta. Ternyata pohonnya kurang dari lima juta. Sebagai pembanding, dibeberapa kota di dunia, ada peraturan, bahwa setiap ada bayi yang lahir, harus disertai penanaman pohon sebanyak tiga pohon. Diantara lima juta pohon itu, Cuma dua puluh pohon saja yang berdiameter besar, yaitu salah satunya beringin tua di harmoni tadi.
Jika satu hektar hutan kota hanya mampu menyerap 6,4 ton karbon dan katakanlah satu hektar hutan itu terdiri dari lima ratus batang pohon, maka setiap pohon bisa menyerap hampir 13 kg zat asam arang perhari. Bayangkan, si beringin tua yang dianiaya itu barangkali bisa membersihkan ampas karbondioksida para pelaku kekerasan berikut kendaraan yang mereka pakai untuk menggunduli sang hutan.
Ps: sekarang... kalo terjadi bencana alam sampe memakan korban dalam jumlah yang mencengangkan itu salah siapa???!!!

Wednesday, September 20, 2006

LAGU DANGDUT DAN SILUET YANG TERSISA
by: sidian


Akhir2 ini saya sedang mencermati dan sangat tercengang dengan gaung lagu dangdut berjudul ‘SMS’… (maaf kalo salah judul…)

Lagu ini sungguh fenomenal, sampe pusing ngedenger cover version-nya yang ampe segitu banyak… nggak bisa dipungkiri bisa menandingi gaung dari lagu iki piye . Sampai2 adek saya yang sd (Karin) aja apal…!!!

Bang SMS siapa ini bang…
Bang pesannya pake sayang2…
Bang nampaknya dari pacar abang…
Bang hati ini mulai tak tenang.

Adalah Ria Amelia, yang katanya penyanyi pertama lagu SMS ini, dan muncullah banyak versi yang kemudian dinyanyikan penyanyi2 dangdut ngetop lainnya… GILA!

Banyak loh yang pake lagu ini untuk Ringtones, nada sambung sampe ngisi mp3 playernya…
Sebenernya sama sekali nggak ada yang salah dari penggunaan dan betapa ngetopnya lagu ini, Cuma ya… aneh aja! Dulu, saya nggak pernah suka bahkan kebayang untuk suka aja nggak pernah, tapi sejak saya nonton film mendadak dangdut, saya jadi agak2 terkontaminasi, dan lebih membuat saya miris dengan kegilaan ekstra… saya menjadikan lagu jablai (mendadak dangdut, yang nyanyi titi kamal) jadi i-ring (nada sambung) hape saya… can you believe that??!!

Dan sejak satu bulan kemaren, berbondong2lah orang2 meledek saya yang…
"Rocker kok suka dangdut!"
"Please deh… nggak banget sih lo!!"
"Aduh diaaaan… sejak kapan…!"
"Eh… Jablai…"
"Aku nggak akan mau telp kamu lagi kalo masih lagu ini!!!"

heheheh… saya sama sekali nggak ada maksud untuk buat saya jadi kampungan/rendah/ atau semacamnya… ini pure buat lucu2an… serius… paling nggak… orang jadi senyum dulu sebelum ngomong sama saya… mungkin beberapa hari lagi akan saya ganti sama nidji-hapus aku…
Beberapa hari yang lalu… saya pernah merasa sedang tidak bahagia (baca: sedih-red)… entah untuk yang kesekian kali dalam hitungan satu minggu terakhir… makanya empat-lima hari ini saya selalu pulang malam, hanya untuk supaya saya tidak terlalu lama mempunyai waktu untuk melow2 dikamar…

Saya … entahlah, seperti terpaku kalau harus melihat deretan foto2 dikamar, yang sebenarnya harus mulai saya copot2tin… saya seperti hanyut dan terseret kembali pada memori indah beberapa bulan silam…
Well, nggak hebat juga memang kalo sampai saya harus terus menerus seperti ini, toh inilah pilihan dan jalan hidup…
Sebenarnya simple kok, saya Cuma butuh waktu untuk mulai terbiasa hidup tanpa dia… ya kan???!

Semua seperti siluet yang tersisa…
Saya dan dia…
Tertawa bersama…